Jika perubahan nama Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan dimaknai sebagai ikhtiar mengembalikan ruang administratif kepada kedalaman sejarah dan resonansi kebudayaan, maka semangat yang sama mestinya memberi tempat juga bagi Cirebon untuk memperoleh pengakuan atas kekhasan sejarahnya. Sebab Cirebon tidak lahir dari satu garis kebudayaan, melainkan dari perjumpaan yang panjang dan terus-menerus. Barangkali karena itulah, di masa depan, gagasan Cirebon sebagai Daerah Istimewa dapat dipahami sebagai cara menghormati sebuah identitas yang telah lama belajar menyebut dirinya sendiri.
Penyair, tinggal di Cirebon










