Sukmajaya

banner 468x60

Naskah Kacirebonan yang disusun pada 1860 memuat gambaran lebih hidup mengenai Sukmajaya dalam pergolakan politik Cirebon akhir abad ke-17. Jarak hampir dua abad membuat kedudukan Naskah Kacirebonan setara dengan korpus Wangsakerta terutama di bagian yang menuliskan sejarah awal Cirebon. Berbeda dari Sultan Sepuh I dan Sultan Anom I yang menerima VOC sebagai pengampu Cirebon, Kusumajaya memandang keberadaan Port de Bescherming sebagai persoalan besar. Benteng membawa perubahan ruang kota, hutan, dan tatanan yang dalam pandangannya terhubung dengan dunia gaib. Kritik Kusumajaya karena itu mencakup sekaligus persoalan kekuasaan, lingkungan, dan kosmologi.

Di benteng Bescherming yang terbuat dari batu dan dikelilingi parit lebar, beberapa meriam dipasang. Sebuah prasasti dibuat di tembok selatan pintu utama Balai Kota sesaat setelah ditandatanganinya perjanjian Januari 1681 dan pembangunan benteng. Prasasti berisi keterangan dalam bahasa Belanda tentang persekutuan Cirebon dan VOC:

“Setelah tahun 1681 dengan bantuan Kompeni, beberapa wilayah telah dibebaskan dari para penjajah. Dan atas permohonan para penduduk pedesaan sendiri agar wilayah-wilayah tersebut dikuasai oleh Kompeni. Maka di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Camphuys, dibangunlah benteng ini.”

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60