Perjalanan Sumajaya dalam Legenda akhirnya membawa kembali tokoh tersebut ke Cirebon. Ia masih tak rela dengan tindakan Belanda. Tapi ia semakin tidak berdaya ketika bersama Sultan Sepuh menyaksikan armada VOC mulai berlabuh di Muara Jati. Hingga suatu ketika Sumajaya mendapat isyarat mimpi: ia didatangi Sunan Kalijaga yang melambaikan tangan sebagai tanda berhenti. Sumajaya kemudian ditempatkan di Gedung Keputran.
Legenda Cirebon bahkan memberikan akhir kehidupan Sumajaya. Setelah ditempatkan di Gedung Keputran, Sumajaya sering sakit-sakitan hingga wafat di usia yang kurang dari setengah abad. Jenazahnya menurut cerita dimakamkan di Gunung Sembung, di sebelah barat pengimaman Masjid Kramat Astana Gunung Sembung. Legenda juga menyebut bekas pertapaan Sumajaya di Kejawanan sebagai petilasan yang diberi cungkup oleh Sultan Sepuh I. Sukmajaya dengan demikian ditempatkan sebagai figur yang mempertahankan ingatan tentang Cirebon lama ketika kekuasaan baru mulai membentuk ruang politik dan kebudayaan dua Kasultanan.










