Kemampuan bahasa asing dinilai menjadi bagian penting dari profesionalisme penghulu, mengingat masyarakat yang dilayani KUA semakin beragam dan memiliki mobilitas yang tinggi.
Ketahanan Keluarga Diperkuat dari Hulu
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Jaja Zarkasyi, M.Phil, mengatakan penguatan ketahanan keluarga dilakukan sejak sebelum pasangan memasuki jenjang pernikahan.
Kemenag memperluas layanan melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) dan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwincatin).
Program tersebut diarahkan untuk memberikan bekal kepada remaja, calon pengantin dan keluarga dalam menghadapi persoalan rumah tangga, baik dari sisi mental, spiritual, sosial, ekonomi maupun relasi antarpasangan.
“Layanan ini diarahkan untuk membekali remaja, calon pengantin, dan keluarga agar lebih siap secara mental, spiritual, sosial, ekonomi dan relasional,” kata Jaja.
Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia dalam layanan keluarga juga terus dilakukan. Hingga kini telah terbentuk 782 fasilitator baru yang mencakup fasilitator BRUS, Bimwin, literasi keuangan keluarga, konsultasi dan pendampingan keluarga serta jejaring lokal KUA.










