CIREBON – Tata kelola Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menjadi perhatian. Sejumlah persoalan yang beredar, mulai dari kabar ketersediaan obat yang terbatas, dugaan pemotongan gaji pegawai berdasarkan absensi, hingga beban utang yang disebut mencapai lebih dari Rp100 miliar, dinilai perlu segera diklarifikasi secara terbuka.
Informasi tersebut mencuat dari keluhan pasien dan informasi yang beredar di lingkungan rumah sakit. Rabu (9/9/2026).
Kondisi itu kemudian mendapat perhatian dari akademisi Cirebon yang meminta adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap tata kelola rumah sakit.
Seorang pasien RSD Gunung Jati mengaku sempat mengalami kesulitan ketika membutuhkan obat tertentu dalam proses pelayanan kesehatan. Menurutnya, ketersediaan obat merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit karena berhubungan langsung dengan kebutuhan pasien.
“Kalau obat sampai tidak tersedia, tentu pasien yang paling dirugikan. Kami berharap rumah sakit memastikan obat-obatan yang dibutuhkan pasien tersedia,” ujar pasien yang meminta identitasnya dirahasiakan.










