Sebagai ungkapan terima kasih yang mendalam, masyarakat setempat menyematkan kain ulos kepada Salman dan Mudaris. Lebih dari sekadar kain tradisional Batak, ulos menjadi simbol cinta, doa, dan ikatan persaudaraan yang telah terjalin erat selama masa pendampingan.
Ketua PMPB HUNTAR, Jonter Simatupang, menyampaikan pesan menyentuh yang menggambarkan kedekatan tersebut.
“Semoga selalu sehat dan selamat sampai tujuan. Perpisahan ini bukan akhir. Kalian bukan lagi relawan, tetapi sudah menjadi keluarga kami. Aku tulang-mu, kalian bere-ku. HORAS!” ucapnya penuh emosi.
Senada dengan itu, Achil, relawan senior dari GPA Bandung, turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan pulang, sekaligus mengapresiasi dedikasi yang telah diberikan.
Pelepasan ini menjadi pengingat bahwa misi kemanusiaan tak semata soal bantuan fisik. Lebih dari itu, ia adalah tentang kehadiran, kepedulian, dan hubungan emosional yang terbangun di tengah masa sulit.
Meski langkah Salman dan Mudaris kini berlanjut ke tempat lain, jejak kebaikan mereka akan tetap tinggal di Hutaraja—hidup dalam ingatan, tumbuh dalam semangat, dan menguat dalam persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.








