Alam juga dikenal sebagai pengusaha ternak lele, nila, dan ayam petelur. Pekerjaan tersebut sesungguhnya sangat konkret. Lele perlu dipelihara, nila perlu dirawat, ayam perlu diberi makan, dan hasilnya dapat dihitung. Ada kerja yang dilakukan dan ada hasil yang dapat diperiksa. Karena itu, dunia ternak justru menyediakan metafora yang bagus untuk membaca kritiknya. Kolam yang terlalu banyak diberi pakan akan keruh. Kritik juga demikian. Terlalu banyak slogan, terlalu banyak pose idealisme, terlalu banyak daftar persoalan dunia, tetapi terlalu sedikit pembacaan terhadap teks yang sedang dikritik, akhirnya menghasilkan air argumentasi yang keruh. Lele mungkin masih bisa hidup di dalamnya. Argumen yang baik belum tentu.
Menjadi pengusaha ikan dan ayam jauh lebih patut dihargai daripada pose intelektual yang tidak menghasilkan apa-apa. Yang menjadi lucu adalah ketika kerja yang konkret tersebut berbanding terbalik dengan kritik yang tidak cukup konkret dalam menunjukkan kesalahan lawan. Lele mempunyai kolam. Nila mempunyai kolam. Ayam mempunyai kandang. Kritik Alam tampaknya hanya mempunyai Instagram.










